Posted on

gunung sindoro

Gunung Sindoro memiliki ketinggian 3150 mdpl, terletak di Kabupaten Wonosobo Jawa Tengah. Menurut cerita rakyat Wonosobo “Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro adalah pasangan suami istri”.

Gunung Sumbing adalah sosok dengan jenis kelamin laki-laki yang merupakan suami dan Gunung Sindoro adalah sosok dengan jenis kelamin perempuan yang merupakan istri, pasangan suami istri ini memiliki seorang anak perempuan dalam bentuk sebuah gunung

 

Gunung juga tentunya nama anak tersebut adalah “Gunung Kembang”, Gunung Kembang ini adalah Gunung yang menempel di Badan Gunung Sindoro.

Gunung Sindoro dan G. Sumbing serupa sekali, berapi dan berkerucut. Diperkirakan gunung-gunung itu berasal dari sumber dan masa yang sama. G. Sindoro dan G. Sumbing dipisahkan oleh sebuah jalan raya yang menghubungkan Kota Wonosobo dan Kota Magelang.

Jalur Pendakian

Jalur Desa Kledung dipilih sebagai sebuah pilihan pertama karena memungkinkan untuk mendaki Gunung Sumbing terlebih dahulu atau Gunung Sindoro terlebih dahulu, Ke dua Gunung ini saling berdekatan dan hanya terpisahkan Jalan aspal yang merupakan jalur Transportasi Utama dari Wonosobo menuju Magelang.

Karakteristik Gunung Sindoro lebih sejuk dibandingkan dengan Gunung Sumbing, dan pepohonan yang masih cukup banyak menyelimuti Gunung Sindoro tetapi di Gunung Sindoro tidak ada sumber air, sumber air yang mungkin ada apabila musim penghujan dan itu terdapat di Kawah Mati Gunung Sindoro yang menampung air hujan. Perjalanan yang dimulai pada Desa Kledung cenderung sama dengan hampir seluruh mayoritas Gunung di Pulau Jawa yaitu Perladangan penduduk yang sampai merambah ke Badan Jalan, setelah melewati perladangan maka kita akan melewati hutan yang biasa saja tidak ada yang khas atau menarik pada jalur dari Pos Lapor Desa Kledung ke Pos IV. Waktu Tempuh 6 Jam perjalanan

Melangkah kaki menuju Kawah mati gunung sindoro yang terletak dalam kawasan puncak, taman edelweis akan kita temui disepanjang jalan menuju ke Kawah mati gunung sindoro ditambah jalur batu disepanjang jalan adalah makanan yang bersifat dominan. Cukup menyita waktu di Pos ini. Saat tiba di kawasan Puncak kita akan langsung melihat dan berhadapan dengan Kawah mati dan tiupan angin.

Puncak Sindoro 3150 mdpl menyajikan panorama alam yang sangat menawan. D dalam kawah Sindoro yang sudah tidak aktif lagi terdapat dua telaga yang airnya berwarna jernih. Sebelah kanan airnya kelihatan kehijauan dan yang sebelah kiri putih jernih. Telaga ini terbentuk dari kawah yang sudah mati. Dari air telaga ini biasanya para pendaki mengisi kantong-kantong air untuk perbekalan turun. Namun telaga ini hanya bisa kita temui kalau musim penghujan saja. Karena sewaktu saya melakukan pendakian berikutnya di musim kemarau, genangan air ini sama sekali tidak ada.

Pesona lain dari puncak Sindoro adalah Alun-alun Segoro Banjaran dan Alun-alun Segoro Wedi. Kedua alun-alun ini bisa di lewati kalau kita mau berkeliling di puncak Sindoro. Pemandangan lainnya kalau kita mau keliling di puncak, dari puncak bagian sisi barat akan kita lihat puncak gunung Slamet yang menyembul dari sela-sela awan. Menengok kebawah akan kita lihat indahnya pegunungan Dieng dengan telaga Warna dan telaga Pengilon yang airnya berkilauan kena terpa sinar matahari.

Jalur Alternatif Ke Puncak Sindoro

Selain jalur Kledung yang sangat populer dan mudah di jangkau, puncak Gunung Sindoro juga bisa di capai dari jalur lain, yakni Jalur Sigedang Kecamatan Kejajar Wonosobo. Jalur Sigedang jarang di gunakan oleh para pendaki di karenakan jalur ini medannya terlalu terjal dengan sajian jurang–jurang yang sangat curam. Untuk mencapai ke Pos Sigedang bisa menggunakan bus Wonosobo – Rejosari kurang lebih 20 km. Setelah di Rejosari perjalanan di lanjutkan dengan angkudes Rejosari – Sigedang.

Dari Pos Sigedang pendakian di awali dengan melintasi perkebunan teh Tambi. Di sekitar perkebunan teh ini terdapat tiga shelter yang bisa di manfaatkan untuk istirahat. Selepas dari perkebunan teh Tambi, perjalanan selanjutnya adalah memasuki hutan raya Sindoro dengan medan yang sangat terjal. Sekitar dua jam di hutan raya Sindoro begitu keluar kita akan di hadapkan pada padang ilalang yang sangat luas dengan jalanan berkerikil dan medan berliku-liku. Sukses melintasi padang rumput ilalang, pucak Sindoro langsung menyambut kedatangan kita.

Akan tetapi untuk pendaki pemula jalur Sigedang ini sangat tidak di anjurkan.

Untuk Peta Gunung Sindoro silahkan download di sini dan rute pendakiannya di sini

About irfan03134

gila

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s